Kamis, 24 Desember 2015

CATUR DARI RAJA HINGGA RAKYAT


CATUR DARI RAJA HINGGA RAKYAT
Permainan ini merupakan salah satu penemuan muslim di abad pertengahan
S
iapa yang tidak kenal catur? Masyarakat di berbagai belahan dunia mengenal permainan yang menggunakan papan berseling hitam dan putih itu. Bermain catur dipercaya menjadi salah satu cara meningkatkan kemampuan otak.
            Catur adalah salah satu dari sekian banyak penemuan muslim dari abad pertengahan sampai saat ini. Terlepas dari ukuran dan tampilannya, catur dapat di mainkan dengan berbagai aturan yang bervariasi.
            Bagaimana asal muasal, bentuk, dan siapa yang pertama kali menemukan catur masih misteri. Catur diduga berasal dari india atau persia sekitar 600 masehi. Pada abad ke-14, ibnu khaldun mengasosialisasikan catur dengan orang bijak dari india bernama sassa bin dahir.
            Perminan kuno serupa catur di india di sebut chaturanga yang artinya “memiliki empat anggota tubuh” kemungkinan, hal itu merujuk pada empat cabang tentara india yang terdiri atas gajah, penunggang kuda, kereta tempur, dan infanteri. Tidak seperti catur seperti masa sekarang yang terdiri atas papan dengan 12x12 kotak, chaturanga terdiri atas delapan kali delapan (8x8) kotak. Chaturanga menjadi cikal bakal catur seperti yang kita kenal sekarang.
            Sebuah manuskrip persia abad-14 menjelaskan, seorang utusan india membawa permainan “catur” ke pengadilan persia. Catur itu kemudian di bawa ke spanyol oleh orang arab. Namun, sebelum mencapai daratan eropa, masyarakat persia telah memodifikasi permainan itu menjadi chatrang. Saat bersentuhan dengan arab, namanya menjadi shatranj.
            Pada saat itu, bidak yang di mainkan adalah syah sebagai raja dan firzan sebagai jendral yang kemudian berubah menjadi ratu di permainan modern. Fil adalah gajah yang kemudian bertransformasi menjadi mentri, faras atau kuda, rukh atau kereta tempur yang berubah menjadi istana atau benteng, dan baidaq atau pion.
            Perubahan terbesar aturan bermain catur, yakni dulu orang-orang menggunakan dadu. Mereka melempar dadu sebelum bermain, dalam filsafat hindu di india, melempar dadu sama dengan melempar kesempatanyang berarti sebuah cara berkomunikasi dengan kosmos dan para dewa.
            Referensi tertulis sebelum masa islam mengenai permainan ini terdapat di persia sekitar 600 masehi. Tulisan ini menyebutkan catur dan periode terakhir penguasa sasanid di iran (224-651 masehi). Buku karnamak-I ardeshir-I papakan (perbuatan ardesir di papakan) menyebut permainan chatrang sebagai salah satu pencapaian budaya tersendiri bagi ardeshir sebagai pangeran muda.
Permainan populer
            Permaian catur sangat populer di masyarakat. Begitu juga di kalangan bangsawan, terutama khilafat abbasiyah sangat menyenanginya. Mereka yang sangat mahir bermain catur di masa itu adalah al-suli, al-razi, al-aadani, dan ibnu al-nadim. Jangan lupakan grand master asal rusia, Yuri averbak. Banyak orang tang berpikir permainan ini adalah permainan baru, padahal sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Al-suli menulis banyak catatan mengenai aturan dan strategi bermain . catatannya pun tersebar di seluruh negeri muslim.
            Sebuah buku yang berjudul book of the example of warfare in the game chess yang di tulispada 1370untuk pertama kali disebut “kepala biara buta dan biarawatinya” seorang musisi dan pelopor ziryab membawa catur ke andalusia pada abad je-9. Kata skakmat berasal dari persia shahmat yang berarti “raja telah kalah”.
            Dari andalusia, permainan menyebar di tengah-tengah kaum kristen spanyol dan mozarab hingga mencapai bagian utara dan selatan spanyol. Catatan eropa pertama tang menyebut soal catur di temukan pada 1058. Ketika itu, countess ermessind dari barcelona mengahdiahkan bidak catur kristal agar di letakan di gereja st giles di nimes.
            Beberapa tahun kemudian, kardinal damianni dari ostia menulis kepada paus gregory VII untuk melarang permainan yang di sebutnya kafir itu agar tidak menyebar di kalangan pendeta. Ia melarangnya karena catur di bawa oleh muslim.
Sumber : Republika, jum’at,8 maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar